Politik

“Kambing Hitam” Bernama E-Budgeting

Posted on Updated on

ahokKisruh APBD DKI Jakarta sepertinya semakin tak berujung. Kedua pihak bertahan degan argumennya masing-masing. Ahok tidak terima adanya mark up anggaran dan masuknya anggaran siluman dalam RAPBD. Di sisi lain DPRD bersikukuh menganggap adanya kesalahan prosedur pengusulan anggaran oleh SKPD. Sehingga anggota DPRD pun sepakat membentuk Tim Hak Angket untuk mengusut adanya penyimpangan dalam penugusulan anggaran oleh gubernur.

Di awal tugasnya, tim angket sudah menuai kontroversi. Meminjam istilah Deny Indrayana, mereka justru menggunakan “jurus mabuk” untuk mencari celah pemakzulan gubernur Ahok, dengan memanggil orang-orang yang sama sekali tidak berhubungan dengan tujuan pembentukan hak angket, seperti pemanggilan Veronica Tan, istri Ahok, dan menginterogasi salah seorang konsultan e-budgeting DKI Jakarta, yang berasal dari Surabaya, Gagat Wahono. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Pilkada Gubernur Sumbar dan Pudarnya Pesona Partai

Posted on Updated on

politik uangKPU Sumbar pada hari Senin (12/7) yang lalu telah mengumumkan hasil penghitungan suara Pilkada Gubernur dan Wagub 2010. Pasangan Irwan Prayitno-Muslim Kasim (Irwan – MK) akhirnya tampil sebagai pemenang dengan perolehan 657.763 suara (32,44%). Dengan perolehan suara melebihi 30% otomatis pasangan ini ditetapkan sebagai pasangan terpilih, tanpa harus melewati putaran kedua.

Perolehan suara pasangan Irwan – MK yang didukung oleh koalisi PKS, Hanura dan PBR jauh melampui perolehan suara partai pengusungnya pada Pemilu 2009 yang lalu. Gabungan suara dari partai koalisi hanya memenuhi persyaratan minimal 15% perolehan suara partai untuk mengusung calon pada pilkada. Begitu juga dengan pasangan Marlis Rahman – Aristo Munandar (MATO) ‘diusung oleh partai Golakr’ yang berada di urutan kedua dengan perolehan suara 26,22%. Padahal Golkar pada pemilu lalu hanya mengumpulkan 17% suara. Baca entri selengkapnya »

Politisi Ketanggungan

Posted on Updated on

kampanyePilkada serentak Sumatera Barat 2010 sudah memasuki masa kampanye. Ada yang berbeda dalam pilkada kali ini dibandingkan dengan pilkada sebelumnya. Biasanya kampanye dilakukan dengan penggalangan massa di tanah lapang untuk mendengarkan orasi dari calon dan tim sukses plus bumbu artis ibukota. Akan tetapi kegiatan tersebut sepertinya tidak menarik lagi saat ini. Para cakada (calon kepala daerah) lebih memilih mendatangi langsung calon pemilih ke kantong-kantong suara yang diyakini bisa mereka kuasai. Baca entri selengkapnya »